Make your own free website on Tripod.com

SUARA ISTIQAMAH

Jl. Taman Cisanggarung Bandung 40115, Telp. (022) 4204142

NO.28/YI/98/Th.ke-34 Rabiul Tsani 1419/Juli 1998

PERAN PEMUDA DARI MASA KE MASA

Oleh : Drs. KH.A Syamsuri Siddik

 

 

 

 

'Katakanlah : ' Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan ( kekuasaan), Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki, Engkau mulikan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segara sesuatu ' (QS. Al Imran : 26 )

Sungguh di luar dugaan sejak Kamis, 21 Mei 1998 bangsa Indonesia memasuki babak baru dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegaran yaitu Orde Reformasi, setelah 32 tahunlamanya hidup dalam alam orde Baru, yang menjanjikan kehidupan lebih baik bagi rakyatnya. Selama ini suka atau tidak rakyat mengorbankan hak-haknya yang sangat berharga, seperti kebebasan menentukan pilihan, bebas menyampaikan pendapat, pemerataan sosial, ekonomi dan perlindungan hukum Apa yang diperoleh dan dirasakan rakyat dari seluruh yang menjanjikanitu jauh tidak sepadan dibandingkan dengan akibat yang ditimbulkannya, yaitu krisis politik, moneter, ekonomi, hukum dan kepercayaan dalam dan luar negeri, kepercayaan adalah aset pokok. Orde Reformasi ini baru tahap permulaan yang harus ditindaklanjuti mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah.

 

Dapat dimaklumi betapa rumit pelaksanaan reformasi secara menyeluruh, nampak pada diskusi-diskusi para pakar tingkat nasional secara terbuka demikian alotnya. Apabila direnungkan dengan seksama, sesungguhnya perjuangan reformasi lebih berat dari pada perjuangan awal orde Baru 1966. Pada tahun 1966 gerakan mahasiswa terbatas di jakarta dengan dukungan ormas-ormas pemuda islam, 'Ulama serta ABRI secara terbuka. Sedangkan dalam perjuangan reformasi 1998 yang nampak adalah mahasiswa perguruan tinggi seluruh Nusantara. Bar kemudian pada bagian akhir muncullah para dosen dan guru besar, rektor dan alumni, bahkan disalah satu perguruan tinggi Bandung para guru besar beserta isteri berujukrasa membaur dengan mahasiswa, pedagang kaki lima dan pengemudi beca.

Apabila gerakan Orde Baru tahun 1966

telah meminta korban tiga orang mahasiswa yang gugur, maka gerakan mahasiswa tahun 1998 yang gugur enam orang sebagai pahlawan reformasi, yang terluka 18 orang, sedangkan dari 20 orang yang hilang saat tulisan ini di turunkan yang belum kembali 8 orang, belum termasuk 278 orang meninggal akibat terkurung api saat terjadi penjarahan terhadap toko-toko oleh kelompok perusuh dengan kerugian harga benda mencapai triliunan rupiah. Alangkah besar dosa setiap kita bila hasil perjuangan putera-puteri kita tidak dipelihara, dikembangkan dan ditindaklanjuti sesuai aspirasi rakyat yang telah ditebus dengan harga mahal, yakni jiwa, harga dan air mata

Peran Pemuda

Gerakan mahasiswa 1998 ini mengingatkan kita akan peran pemuda tahun 1966, bahkan tahun 1945 takala pemuda mendesak Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. kedua pemimpin bangsa itu masih mempertimbangkan janji Jepang yang akan menyerahkan kemerdekaan kepada Indonesia. Para pemuda membawa kedua pemimpin itu ke Rengasdengklok dan diyakinkan bahwa Jepang sudah menyerah kepada Sekutu tanpa syarat. Bung Karno menyusun teks proklamasi, dan para pemuda mendesak Bung karno dan Bung Hatta membacakannya pada hari Kamis, tanggal 16 Agustus 1945, tapi Bung Karno memilih hari Jum'at 17 Agustus 1945, dengan pertimbangan angka ganjil itu lebih baik, terlebih jatuh pada hari Jum'at hari yang dimulian Ummat Islam, bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci di kala Al-Qur-an di turunkan pertama kali, sedangkan tanggal 9 mengingatkan orang kepada wali songo ( 9 ulama) yang menda'wahkan Islam per-

 

tama kali di Nusantara.

Ash-habul- Kahfi

Betapa penting peran pemuda dalam sejarah kehidupan manusia. Allah telah mencantumkan salah satu nama surat Al-Qur-an yaitu Al-Kahfi artinya Gua, kemudian dilengkapi menjadi Ash-habul-kahfi yakni penghuni gua. Yang dimaksud 7 orang pemuda yang mengasingkan diri dalam gua untuk menyelematkan iman. Mereka menolak perintah raja Dakianus yang mengharuskan rakyatnya menyembah patung yang disembahnya dengan ancaman hukuman mati. Rakat semua menyerah kecuali 7 orang pemuda tadi. Setelah mendapat informasi dari para orang tua pemuda, raja segera menuju lokasi gua, kemudian menutup pintu gua itu rapat-rapat, agar para pemuda itu mati. Konon dua orang pembantu raja yang bersimpati terhadap gerakan pemuda itu bernama Pedros dan Ronas, secara diam-diam mencatat peristiwa gerakan pemuda gua itu pada dua buah lempengan batu disimpan dalam sebuah peti tembaga disimpan di sebuah gedung agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi generasi mendatang.

Setelah berlalu ratusan tahun kerjaan itu dipimpin oleh seorang raja yang shaleh, Baedarus. Sudah 68 tahun membina rakyatnya dengan ajaran tauhid. Raja merasa prihatin karena rakyatnya banyak yang belum beriman terhadap hari qiamat. Raja pun berdo'a untuk mendapatkan ayat-ayat yang dapat meyakinkan rakyatnya. Bersamaan dengan itu para pemuda gua terbangun akibat ulah seorang penggembala kambing yang membobok gua tersebut untuk dijadikan kandang. Mereka merasa berada di gua itu baru semalam bahkan setengah malam. Untuk meyakinkan salah seorang di antara mereka bernama Tamlikho pergi ke pasar

untuk berbelanja.

Karuan saja kedatangan Tamlikho ke pasar mengundang kecurigaan, lalu petugas keamanan membawanya ke kerajaan untuk diinterogasi. Setelah menerima masukkan, raja dipersilahkan melihat lokasi gua. Alangkah terharu dan kagum menyaksikan peristiwa itu, terlebih setelah raja membaca manuskrip singkat yang terdapat pada dua buah lempengan batu, ternyata para pemuda itu telah tertidur dalam gua selama 309 tahun, bukan satu-dua hari seperti dipergunjingkan diantara pemuda . Dengan peristiwa Ash-habul-kahfi ini raja mendapat bahan yang sangat kuat guna meyakinkan akan dibangkitkan dari kubur.

Beberapa pengalaman

Selama kemerdekaan bangsa Indonesia mengalami sedikitnya lima Zaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan ordenya sendiri-sendiri.

Pertama, zaman revolusi, zaman perang kemerdekaan antara tahun 1945 s/d 1949 di bawah UUD 1945. Pada waktu itu pemimpin dengan rakyat sangat padu dan rela menderita bersama dan saling mempercayai satu sama lain.

Kedua, Zaman kehidupan demokrasi, dan untuk pertama kali bangsa Indonesia melaksanakan Pemilu tahun 1955 yang bebas dan jurdil berdasarkan UUDS 1950. Pada waktu itu rakyat belum matang dalam mengaplikasikan demokrasi bahkan cenderung menjurus kepada perpecahan sehingga dijuluki Demokrasi liberal.

Ketiga, zaman demokrasi terpimpin sebagai koreksi terhadap demokrasi sebelumnya yang dinilai liberal, berawal dari dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang memberlakukan kembali UUD 1945, disusul dengan pembubaran DPR-MPR

seperti DPR kurang berfungsi, kekuasan hukum pun sangat lemah. Maka timbullah kolusi, korupsi dan nepotisme yang ujung-ujungnya krisis total, yaitu krisis politik, moneter, ekonomi dan kepercayaan, baik nasional maupun internasional. Dalam sejarah Republik belum pernah mempunyai utang luar negeri $ 120 miliar.

Kelima, zaman Orde Reformasi. Berawal dari unjuk rasa para mahasiswa yang memprotes pelbagai kepincangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penguasaan di bidang politik, ekonomi, kehakiman dan militer ditangan seseorang. Dalam hal ini Presiden Soeharto telah menimbulkan budaya kolusi, korupsi, monopoli, nepotisme dan hilang kepercayaan, yang pada gilirannya mengundang bencana krisis total secara akumulatif.

Lembaga kepresidenan yang selama ini terkesan sakral tidak ada seorangpun yang berani menyentuhnya, DR.H.Amin Rais mencoba menerobosnya, walau banyak fihak yang menyesalkannya bahkan dari kalangan Muhammadiyah sendiri merasa khawatir mengenai kedudukan Muhammadiyah dalam pandangan pemerintah. DR.H.Amin Rais istiqamah dan yakin bahwa langkah-langkahnya termasuk amar ma'ruf nahyimunkar. selama ini orang takut nahyi munkar khususnya kepada orang nomor satu karena resikonya sangat tinggi. Di lain pihak mahasiswa bergerak tanpa komando menyuarakan reformasi total. Akhirnya H.M.Soeharto menyatakan berhenti, dan ini merupakan kenangan pertama yang harus disyukuri dan ditindaklanjuti.

baru yang para anggotanya ditunjuk oleh presiden, kemudian dalam sidang umum MPR pertama telah mengkat IR.H.Ssoekarno menjadi Presiden seumur hidup.

Pada zaman demokroasi terpimpin, PKI mendapat kesempatan lebih leluasa untuk meningkatkan aktivitasnya dan mengadakan aksi sepihak di pelbagai daerah lewat Serikat Buruh dan Barisan Tani Indonesia ( BTI ), Masyumi dan PSI dibubarkan karena menolak konsepsi Presiden tentang demokrasi terpimpin.

Kegiatan PKI terus melaju sampai terjadilah bencana nasional, Gerakan 30 September atau G.30S/PKI yang menewaskan 7 orang Jenderal sebagai pahlawan revolusi. Zaman ini selanjutnya disebut sebagai Orde Lama.

Keempat, zaman demokrasi zpancasila yang kemudian disebut Orde Baru sebagai perlawanan sekaligus koreksi total terhadap Orde Lama yang dinilai telah menyimpang dari UUD 1945 karena itu Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD1945 secara murni dan konsekuen. Lahirnya Orde Baru tidak terlepas kaitannya dengan gerakan unjuk rasa para mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam KAMI, KAPPI, KAPI serta didukung oleh organisasi pemuda Ulama bahkan ABRI secara terbuka.

Selanjutnya dwifungsi ABRI digulirkan, stabilitas nasional dicanangkan, lima perangkat UU politik disiapkan, Pemilu dilaksanakan sudah 7 kali dan Golkar selalu ke luar sebagai pemenang, karena penyelenggaranya seluruhnya anggota Korpri ( GOLKAR).

dan 500 orang anggota DPR 25 % ditunjuk oleh pemerintah dan dari 1000 orang MPR 61 % juga ditunjuk oleh pemerintah. Karena itulah kedudukan pemerintah sangat kuat, lembaga kontrol

Khatimah

Betapa kuat dan berkuasanya seseorang, namun pemilik kekuasaan pada hakekatnya adalah Allah. Dialah yang memberi kekuasan dan Dia pula yang mencabut kekuasaan itu. ( QS.3.26)

Seseorang yang bertindak mengatasnamakan Pancasila dan UUD 1945, , tapi dalam kenyatannya justeru bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945, itulah yang disebut munafik, menipu Allah ( QS.3.54) .

Krisis total yang melanda negeri ini berpangkalan dari rusaknya akhlak, pemimpin dan pakar banyak tapi yang memberi keteladanan sangatlah langka, padahal keberhasilan Rasul dalam memimpin karena akhlaknya yang mulia, karena itu perlu ada reformasi akhlak. ( QS.33.21)